Sebagian besar kampanye showroom direncanakan mundur dari hari launching. Materi kreatif, rencana media, dan budget event semuanya tertuju ke satu hari Sabtu. Lalu Senin tiba, spanduk masih terpasang, dan tidak ada yang bertanggung jawab atas langkah berikutnya.
Jebakan hari launching
Pembukaan yang meriah mudah dilaporkan. Ada foto, jumlah pengunjung, showroom yang ramai. Tapi yang datang di hari pertama sering kali orang yang memang sudah berniat membeli. Tugas kampanye yang sebenarnya adalah menjangkau orang yang belum berniat.
Di mana leads mendingin
Dari berbagai evaluasi kampanye yang pernah saya pimpin, penurunan paling besar terjadi antara pendaftaran dan kontak pertama. Formulir kertas tersimpan di laci. Spreadsheet baru dikirim lewat email hari Jumat. Calon pembeli yang mendaftar hari Sabtu baru dihubungi sales hari Rabu, itu pun kalau dihubungi.
Leads punya masa kedaluwarsa. Setiap jam tanpa balasan menggerus nilainya.
Ritme enam minggu
Solusinya bukan launching yang lebih besar, melainkan ritme yang konsisten setelahnya:
- Minggu 1: launching, dengan pendaftaran digital sejak jam pertama.
- Minggu 2–4: alasan untuk datang lagi setiap minggu, misalnya undian, model baru, atau promo pembiayaan.
- Minggu 5–6: follow-up ke semua pengunjung yang belum booking.
Apa yang diukur
Jumlah pengunjung adalah angka yang paling mudah didapat sekaligus paling kurang berguna. Ukur waktu sampai kontak pertama, jumlah booking per minggu, dan persentase leads yang benar-benar ditelepon tiap cabang. Tiga angka itu menunjukkan apakah kampanye masih bekerja di minggu ketiga.